Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Pemberontakan di Negara Indonesia

                         Tokoh PKI Madiun

  


                             PKI Madiun
 
    Pemberontakan PKI Madiun meletus pada 18 September 1948 berpusat di wilayah sekitar Madiun,Jawa Timur .aksi ini merupakan reaksi terhadap hasil perjanjian Renville yang dianggap merugikan Indonesia ,karena perjanjian ini membuat dikuasainya banyak wilayah untuk Belanda. 

Akibat perjanjian ini kelompok kiri yang menentang perjanjian TNI membantah Front Demokrasi Rakyat (FDR) pada tanggal 28 Juni 1948 dipimpin oleh mantan perdana menteri Amir Syarifuddin,kemudian pada 11 Agustus 1948 Musso kembali ke Indonesia lewat Yogyakarta pada tanggal 5 September 1948 dia memberikan pidato yang menganjurkan agar Indonesia merapat kepada Uni Soviet.

                               Tokoh DI/TII



DI/TII

Pemberontakan DI/TII ini terjadi akibat politik dan mereka ingin memproklamasikan Indonesia Sebagai Negara yang berazaskan Islam,kehampaan kekuasaan di Jawa Barat  Kartosuwiryo dan juga rakyat keberatan apabila Jawa Barat di berikan begitu saja kepada  pihak Belanda .lalu merasa tidak puas dengan keputusan dari perjanjian yang dibuat dengan pihak Belanda yang mengharuskan TNI meninggalkan daerah tersebut dan masuk ke wilayah Republik Indonesia.

Tokoh G30S/PKI



                                G30S/PKI 

  Yang menyebabkan terjadinya peristiwa G30S/PKI adalah upaya PKI (Partai Komunis Indonesia), mengambil alih kekuasaan, dengan memanfaatkan oknum Cakrabirawa untuk menculik para perwira Angkatan Darat.

 Peristiwa 30 September adalah penculikan dan pembunuhan para jenderal dan perwira Angkatan Darat yang terjadi pada 30 September dan dini hari dini hari 1 Oktober 1965. Peristiwa ini diduga didalangi Biro Khusus PKI, dan melibatkan oknum prajurit dari Cakrabirawa (pasukan pengawal Presiden) yang dipimpin oleh Letkol Untung Syamsuri.  

Pada tahun 1965, Indonesia berada dalam krisis ekonomi dan politik. Kondisi tidak menetu dan harga bahan tidak terjangkau. Presiden Sukarno sedang sakit dan dapat meninggal sewaktu-waktu. 

Kemudian pada malam 30 September 1965, Pasukan Cakrabirawayang didukung organisasi underbouw PKI melakukan penculikan pada para Jenderal Angkatan Darat. Para korban penculikan adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen M. T. Haryono, Jaksa Militer Sutoyo

Siswomiharjo, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Letnan Jenderal Soeprapto dan Brigadir Jenderal D. I. Pandjaitan. Mayat korban penculikan dibuang di Lubang Buaya.  Para perwira dibunuh dan di buang di Lubang Buaya.

                         Tokoh Andi Aziz


                                 Andi Aziz
 
Terjadinya pemberontakan Andi Aziz karena timbulnya pertentangan pendapat mengenai peleburan Negara bagian Indonesia Timur ke dalam Negara Republik Indonesia karena ada pihak yang tetap menginginkan Negara Indonesia Timur (NIT ) 

Ada perasaan curiga dikalangan bekas anggota KNIL yang disalurkan ke dalam Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) / TNI menuntut  agar pasukan bekas KNIL yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.

                                Tokoh APRA

 
                                   APRA

           Pemberontakan APRA terjadi karena keinginan Raymond Westerling dan Sultan Hamid II untuk merebut kekuasaan dan mempertahankan Negara Federal Republik Indonesia Serikat selain itu kekecewaan mantan anggota tentara KNIL yang khawatir pengaruh dan kekuasaannya berkurang setelah bergabung ke TNI.   

                              Tokoh RMS 


              
             Republik Maluku Selatan (RMS)
Gerakan Republik Maluku Selatan ini terjadi karena penolakan pembentukan NKRI dan ingin melepaskan diri dari wilayah Republik Indonesia karena menganggap Maluku memiliki kekuatan secara ekonomi,politik,dan geografi untuk beridir sendiri.

Selain itu krisis yang melanda NIT Pupella dari Perhimpunan Indonesia Maluku (PIM) mengajukan mosi karena tidak percaya pada parlemen NIT pada 20 April 1950 ,lima hari kemudian mosi tersebut diterima.


                    Tokoh PRRI/Permesta


  Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia  (PRRI)

Terjadinya pemberontakan RRI  yaitu akibat kekecewaan para perwira di daerah atas kebijakan pemerintah pusat seperti sentralisasi pemerintah pusat pada waktu itu kedekatan dengan PKI dan ketidak stabilan politik pada masa demokrasi liberal .

          Permesta 

Pemberontakan Permesta terjadi karena adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai otonomi ,serta perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ,sikap ketidakpuasan mereka didukung oleh sejumlah panglima angkatan bersenjata.

                 
                     Tokoh BFO



           Bijeenkomst Federal Overleg (BFO)

Pemberontakan BFO ini terjadi karena sikap Belanda yang tidak mau mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia ,meskipun dalam hal ini Indonesia telah menyatakan merdeka melalui proklamasi 1945.



Yonika Lintang F
XII MIPA 3
35

Komentar